Rabu, 13 April 2016

Tips Memulai Investasi



  

1.    Menentukan Tujuan Berinvestasi : Apakah dana yang akan kita investasikan hanya untuk sebuah keamanan (safety), atau untuk mendapatkan pendapatan secara rutin (routine cash flow), atau anda hanya mengharapkan adanya perkembangan dana (growth).  Apabila anda sudah menentukan mana yang anda pilih maka investasi anda akan berjalan sesuai dengan pilihan yang telah anda tentukan.  Banyak orang pada saat berinvestasi,  tidak mengetahui secara jelas maksud dan tujuannya untuk apa. Namun pada umumnya mereka melakukan berinvestasi hanya karena melihat atau mendengar temannya mendapat untung secara dadakan hingga kemudian mencoba untuk ikut-ikutan. Eh,, ketika ikutan bukannya untung malah buntung.

2.    Menenntukan kapan dana investasi tersebut akan anda gunakan : Sudah semestinya anda tahu persis kapan dana anda akan dibutuhkan, serta berapa nilainya dan untuk keperluan apa. Apabila anda sudah mengetahui secara detil mengenai kapan dana akan anda butuhkan maka proses memilih sebuah kendaraan investasi yang sesuai dengan tujuan tersebut akan lebih mudah. Secara umum produk investasi sudah dibagi berdasarkan jangka waktunya masing-masing, antara lain Jangka pendek (1-2 Tahun), Jangka Menengah (2-5 Tahun ) dan Jangka Panjang ( > 5 Tahun).


3.    Mengenali Resiko Investasi : Pada setiap program Investasi pastinya mengandung resiko dan tidak ada investasi yang bebas dari segala resiko. Namun anda harus ingat dibalik setiap resiko pasti ada keuntungan. Resiko dan keuntungan berjalan secara beriringan. Resiko tinggi pasti memiliki keuntungan tinggi begitu pula sebaliknya. Namun apabila anda pernah ditawari produk investasi yang tidak memiliki resiko namun memiliki keuntungan tinggi, maka terdapat dua hal yang perluuntuk  kita simpulkan :  “Penjual tersebut penipu,  atau penjual tersebut bodoh”.

4.    Menentukan besarnya dana yang akan diinvestasikan : Mengapa hal ini menjadi sangat penting ? karena terdapat beberapa pilihan dalam berinvestasi, dan biasanya memiliki syarat minimal penempatan investasi. Oleh sebab itu anda harus mengetahui berapa jumlah dana yang akan anda investasikan.  Gunanya agar anda dapat menentukan apakah anda akan berinvestasi secara sekaligus (lump sum), atau rutin setiap bulan.  Ini ada kaitannya dengan metode investasi.  Kedua metode tersebut sama baiknya, namun dari beberapa literatur investasi didapatkan bahwa semakin sering anda berinvestasi maka semakin efisien hasil dari investasi anda.

5.    Buat daftar pilihan Media investasi : Media atau instrument investasi di pasaran banyak sekali. Mulai dari Obligasi, Saham, Reksa Dana , ETF (Exchange Traded Fund), komoditi dan option. Banyak orang mulai pertama kali hanya berinvestasi karena mereka ditawari oleh orang terdekat maupun kenalan dekat yang memang tidak mengetahui lagi jenis-jenis  investasi lainnya. Sehingga ketika berinvestasi merugi, orang tersebut menjadi trauma. Dan sudah sepantasnya anda melakukan riset terlebih dahulu mengenai produk yang ada dipasaran, kemudian pelajari karakter dari setiap produk. Lalu tentukan mana yang menurut anda yang paling cocok dan sesuai dengan karakter serta tujuan investasi anda.

6.    Implementasi : Jika anda sudah berencana dan sudah tahu investasi mana yang akan anda pilih, pastinya dana tersebut sudah anda persiapkan. Saatnya untuk mengubah dari rencana menjadi aksi/implementasi. Dari sekian banyak orang yang pintar dalam berencana namun tidak pernah mengimplementasikan rencana tersebut. Bagaimana dengan anda apabila akan sampai ke tujuan kalo anda tidak mulai berjalan. Apabila anda sudah merencanakan dengan baik. Kemudian rencana sudah dibuat sebaik mungkin maka implementasi akan berjalan sesuai dengan apa yang anda harapkan.

7.    Selalu Monitor dan Evaluasi dana Investasi : Memonitor  investasi berguna untuk mengetahui tindakan apa yang musti dilakukan apabila rencana dan implementasi yang anda lakukan ternyata melenceng jauh. Anda akan menjadi pengambil keputusan utama mengenai tindakan apa yang harus dilakukan. Jangan hanya mengandalkan informasi dari orang lain atau advisor anda. Kejadian memilukan yang baru saja terjadi mengenai hilangnya dana nasabah hingga miliaran rupiah adalah karena investor terlalu percaya penuh dan tidak memonitor secara rutin dananya.


Hal yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi
Dalam dunia bisnis, Investasi sering didefinisikan sebagai Penanaman modal atau penanaman saham yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Dalam dunia bisnis, para ahli bisnis kerap sekali melakukan hal ini. Mereka akan menanam modal kepada orang lain yang akhirnya bisa memetik sebuah keuntungan, hal ini biasanya disebut Saham.

Melakukan investasi itu tidak boleh sembarangan. Banyak hal yang harus dipelajari dan dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum melakukan ini.  Dalam mempertimbangkannya juga bukan merupakan perkara yng mudah.  Bagi yang sudah lama terjun kedalam dunia perbisnisan, tentu saja sudah hafal betul terkait hal ini. Tapi bagi pemula, sangat disarankan sekali untuk mempertimbangkan hal berikut :

1. Seberapa besar niat anda untuk berinvestasi ?
Niat adalah suatu hal yang paling vital sebelum kita melakukan sesuatu. Jika niat anda untuk berinvestasi hanya separuh hati atau masih ragu-ragu, lebih baik urungkan saja niat anda. Karena tidak semua hasil dari investasi tersebut akan berakhir seperti yang kita inginkan.
Oleh karena itu, anda harus membulatkan niat dan tekat, karena yang ditanya serta diuji itu adalah mental dan juga kesungguhan anda. Sebab itu semua akan berbanding lurus berdasarkan niat anda. Jika anda merasa niat anda sudah bulat, ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi diri anda untuk memulai menanamkan modal atau berinvestasi..

2. Apa tujuan anda berinvestasi ?
Semua hal yang kita lakukan harus didasari dengan tujuan yang jelas, begitu juga halnya dalam berinvestasi. Buatlah tujuan yang jelas, rasional dan sistematis. Karena nantinya hal ini akan bersifat terstruktur seiring perjalanan bisnis anda Kedepannya.
Ini adalah salah satu sebab mengapa banyak pebisnis yang gagal dalam berinvestasi karena hanya memikirkan keuntungan yang akan diraih. Memang semua orang yang berinvestasi pastinya ingin meraih keuntungan yang besar. Tapi bukan berarti anda melupakan hal-lal penting lainnya didalamnya. Misalnya kelancaran bisnis dan pola keuangan bisnis yang memadai.

3.  Seberapa hutang yang anda miliki saat ini ?
Pertanyaan ini adalah salah satu hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan dan dipertanyakan pada diri anda. Banyak para pebisnis dan investor yang mengabaikan hal ini. Alhasil, tidak jarang dari mereka menjadi kurang berhasil jika dihitung dari persentasi keuntungan.
Dalam dunia perbisnisan, memang harus punya kemampuan dalam memanejemeni keuangan melalui strategi yang tepat dan akurat, terlebih saat anda ingin menanamkan modal kepada seseorang. Jika keuangan anda sudah tertata dengan baik dan benar, barulah anda bisa menginvestasikan harta yang anda miliki tersebut.

4. Seberapa pemasukan yang anda miliki saat ini ?
Sangat dianjurkan sekali bagi anda selalu untuk mencatat pemasukan sistem keuangan anda. Dengan melakukan hal ini, tentu anda akan mengetahui keadaan keuangan anda, apakah sudah stabil atau masih labil. Oleh karena itu hal ini sangat patut untuk dipertimbangkan sebelum menanamkan modal.
Untuk apa juga memaksakan kehendak jika pemasukan masih minim. Lebih baik melakukan pencatatan pemasukan keuangan anda terlebih dahulu supaya anda tidak salah ambil langkah. Misalnya ingin medapatkan keuntungan, yang sebenarnya belum jelas dan pasti akan anda raih nantinya dikemudian hari.

5. Seberapa banyak pengeluaran anda sebulan ?
Setelah anda memperhatikan sistem pemasukan keuangan bisnis anda, maka poin selanjutnya yang harus anda pertimbangkan adalah mencatat sistem pengeluaran keuangan bisnis tersebut. Dengan mempertimbangkan kedua hal ini, anda akan dengan mudah untuk merancang dan merencanakan suatu investasi.
Tapi, pengeluaran dan pemasukan yang tidak memadai juga akan mengakibatkan hal yang tidak baik bagi anda, karena bukan tidak mungkin akan berujung pada perhutangan bahkan kebangkrutan. Jadi intinya, sebelum berinvestasi jagalah sistem pemasukan dan pengeluaran keuangan anda agar selalu seimbang.

6. Seberapa banyak aset yang anda miliki ?
Dengan aset-aset inilah anda akan meraih keuntungan yang besar. Anda akan memperoleh keuntungan yang lebih besar jika anda memiliki banyak aset. Karena anda tidak perlu mencari cabang lain guna menanamkan modal.  Oleh karena itu sangat disarankan sekali untuk memperbanyak aset agar lebih memudahkan anda dalam melakukan investasi.
Dengan memperbanyak aset, Stabilitas bisnis anda juga akan semakin meningkat dan mendukung dalam kemajuan bisnis anda. Untuk itu, butuh perancangan yang strategis serta perancanaan yang matang sebelum melakukan investasi pada semua aset yang anda miliki.


INVESTASI BUKAN TERGANTUNG PENDAPATAN
Sebenarnya setiap orang dapat berinvestasi. Tidak peduli berapapun penghasilannya.Sayangnya hingga kini masih banyak yang beranggapan berinvestsi dikala ada sisa uang di kantong. Padahal investasi seharusnya dialokasikan terlebih dahulu bukan menunggu pendapatan. Seiring dengan pepatah ”pay yourself fist”
Hal yang penting dalam berinvestasi adalah berapa jumlah yang dialokasikan, bukan berapa jumlah pendapatan seseorang baik orang itu adalah pegawai negeri, karyawan swasta maupun orang yang sudah berduit sekalipun.
Kebanyakan orang ngeri ketika mendengar investasi “ah penghasilan segini mau investasi atau belum ada sisa untuk investasi atau harus sedia berapa puluh juta untuk investsi.
Ungkapan itu sering terdengar, masih banyak orang mengira berinvestsi haruslah memiliki pendapatan besar atau harus mengalokasikan dana dalam jumlah besar. Pemikiran seperti inilah yang membuat banyak orang tidak mau mulai menata masa depan finansialnya, akhirnya  hanyalah mengeluh tidak dapat mencukupi kebutuhan dan mulai menyalahkan pihak lain. Padahal setiap individu bertanggung jawab atas masa depannya sendiri termasuk masa depan finansialnya, bukan orang lain atau perusahaan tempatnya bekerja.
Sebenarnya beragam instrumen investasi dapat dijadikan sarana mencapai tujuan finansial kita. Mulai dari investasi reksa dana yang dimulai dari Rp 100.000 hingga investasi yang canggih dan rumit seperti transaksi derivatif di pasar komoditas dan memerlukan uang banyak seperti investasi pada properti.

BUKAN TERGANTUNG PENDAPATAN
Kurangnya pengetahuan mengenai perencanaan keuangan pribadi termasuk soal investasi juga menjadi salah satu kendala seseorang dalam menata sisi finansialnya. Banyak orang beranggapan akan mulai menabung atau berinvestsi nanti jika pendpatan nya sudah besar. Tetapi sebenarnya semakin besar pendapatan semakin besar pula pengeluaran kita. Misalnya dengan pendapatan satu juta rupiah per bulan, seorang karyawan cukup naik angkutan umum kekantornya karena biaya murah. Ketika pendapatan naik dan dia sanggup mencicil sepeda motor pengeluarannya akan bertambah untuk membeli bensin,oli perawatan motor dan lainnya. Ketika gajinya semakin besar keinginanya untuk membeli mobil muncul padahal biaya yang harus dikeluarkan pun bertambah. Berbagai cara memang dapat dilakukan untuk memperoleh masa depan keuangan yang lebih cerah .masa depan tersebut tergantung bagaimana kita menyikapinya dan bertindak untuk memulai investasi. Berinvestsi Rp 100.000 per bulan secara teratur setiap bulan selama 20 tahun denganimbal hasil 25 persen sudah dapat Rp 1miliar. kalau uang yang disisihkan dinaikan menjadi 500.000 per bulan dana sebesar 1 miliar dapat dicapai dalam waktu 15 tahun dengan asumsi tingkat imbal hasil sebesar 25 persen juga.
Jadi pilih mana mulai berinvestasi teratur atau selalu mengeluh tidak dapat memenuhi berbagai kebutuhan?

Joice Tauris Santi  (kompas 26 feb 2011)


sumber : http://hakikatbisnis.blogspot.co.id/2015/06/hal-yang-harus-diperhatikan-sebelum-berinvestasi.html


0 komentar:

Posting Komentar